Main Article Content

Abstract

The potential for shrimp in the Peureulak Coast of East Aceh, Aceh is very large, so that it is part of the increase in the National shrimp with a target of 250%. The purpose of this study was to examine intensive, semi-intensive and extensive shrimp production. This research uses case studies, financial analysis through observation and interviews. To find out the level of shrimp production which has a productive shrimp pond area of 5,072.14 hectares (50,721,400 m2), the existing production data per year reaches 1,078,960 kg so that a study is needed for 1 cycle with Operation Profit, Net Profile, Profile Rate, Benefit Cost Ratio , Rentability, Break Event Point (BEP) and Payback Period (PP). The results of the analysis carried out from intensive, semi-intensive and extensive ponds, the level of net returns from investment, is extensive pond analysis because it is seen from a percentage of 0.48%, with a B / C ratio of 3%, but the longest payback period is 4 years of extensive ponds. Meanwhile, intensive ponds are 3.1 years and semi-intensive ponds are 3 years, while the biggest profit is found in intensive ponds of Rp. 223,135,000 and analysis of existing shrimp production of 10% of the total pond area of 5,072.14 hectares (50,721,400 m2), namely intensive ponds 34,236,945 kg, semi intensive 26,628,735 kg and extensive 1,997,916, then the economic potential of the area is sufficient. large and sustainable.

Keywords

Business Analysis; Intensive shrimp pond; semi intensive; exstensive

Article Details

References

  1. Abidin, M. Z., Nazir, M., & Musman, M. (2012). Pemetaan potensi daerah untuk pengembangan kawasan minapolitan di beberapa lokasi dalam Provinsi Aceh: suatu kajian awal. DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 1(1).
  2. Ahmad, A. (2018). Peran Dinas Lingkungan Hidup Terhadap Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air Menurut Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia. Kalam Keadilan, 6(2), 151–165.
  3. Amri, I. K. (2003). Budi Daya Udang Windu Secara Intensif. AgroMedia.
  4. Amrial, Y., Effendi, H., & Damar, A. (2015). Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Silvofishery di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 5(1), 59–70.
  5. Anshary, I. (2014). Dampak Alih Fungsi Lahan Tambak Terhadap Pola Mencari Nafkah Masyarakat Petambak Di Desa Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu Rnkabupaten Aceh Utara. ETD Unsyiah.
  6. Asma, N. (2018). Analisa Perubahan Lahan Tambak Menggunakan Metode Maximum Likelihood (Studi Kasus: Kota Banda Aceh). ETD Unsyiah.
  7. Azansyah, A. (2013). Peran Kelembagaan Dalam Perekonomian, Kondisi Pembangunan Kelembagaan Di Indonesia, Dan Membangun Lembaga Yang Efektif. Ekbisi, 7(2).
  8. Banten, P. (2015). Model Kelembagaan Pengelolaan Budidaya Udang DI. Soemarwoto 1994.
  9. Banu, N. M. (2020). Konsep Blue Economy Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Indonesia. Ekonis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 22(1).
  10. Budiman, Y. G. (2019). Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Di Tambak Taman Sari Desa Kalisogo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Universitas Airlangga.
  11. Dede, H., Aryawati, R., & Diansyah, G. (2014). Evaluasi Tingkat Kesesuaian Kualitas Air Tambak Udang Berdasarkan Produktivitas Primer PT. Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan (Studi Kasus). Maspari Journal, 6(1), 32–38.
  12. Efendy, R., & Siang, R. D. (2015). Pengelolaan Tambak Udang Secara Terpadu Dan Berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Agribisnis, 132–141.
  13. Fauzi, A., Haluan, J., & Boer, M. (2007). Analisis Rehabilitasi Tambak Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Nad). Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, 14(2), 153–160.
  14. Gazali, M., Supriadi, S., Nurdin, M., & Ilham, M. (2020). Sosialisasi Konservasi Hutan Mangrove Berbasis Syariah kepada Masyarakat Pesisir di Gampong Kuala Bubon Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat Propinsi Aceh. Jurnal Marine Kreatif, 1(1).
  15. Husain, B. A. (2018). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Pada PT. Bank Danamon Tbk Cabang Bintaro). Jurnal Disrupsi Bisnis: Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang, 1(1).
  16. Ikhsan Kamil. (2018). Konsepsi Pengembangan Kawasan Perikanan Budidaya Terintegrasi: Tantangan dan Peluang. 17.
  17. Intyas, C. A., & Abidin, Z. (2018). Manajemen Agribisnis Perikanan. Universitas Brawijaya Press.
  18. Jannah, M. (2018). Analisis Pengaruh Biaya Produksi Dan Tingkat Penjualan Terhadap Laba Kotor. Banque Syar’i: Jurnal llmiah Perbankan Syariah, 4(1), 87–112.
  19. Juarno, O., Oktaviani, R., Fauzi, A., & Nuryartono, N. (2017). Kinerja Produktivitas dan Faktor yang Berpengaruh Terhadap Total Factor Productivity (TFP) Tambak Udang Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(2), 149–168.
  20. Katili, V. R., & Adrianto, L. (2017). Evaluasi Emergy Pengembangan Sistem Budidaya Udang Supra Intensif di Kawasan Pesisir Mamboro, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 7(2), 138–147.
  21. Kholil, E., & Sutjahyo, S. H. (2008). Pengembangan Model Kelembagaan Pengelola Sampah Kota dengan Metode ISM (Interpretative Structural Modeling) Studi Kasus di Jakarta Selatan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(1).
  22. Maluwu, A. R. Y., Rarung, L. K., & Dien, C. R. (2020). Analisis kelayakan usaha pembuatan rakit rumah jaga rumpon di kelurahan manadotua satu kecamatan bunaken kepulauan kota manado. Akulturasi: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan, 8(2), 169–177.
  23. Marimin, M. (2008). Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen.
  24. Muchtar, M., Farchan, M., & Mulyono, M. (2020). Strategi Pengembangan Budidaya Udang Berkelanjutan di Kawasan Pesisir Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Journal of Aquaculture Science, 5(1), 170–185.
  25. Natsir, M., & Rachmad, A. (2018). Penetapan Asas Kearifan Lokal Sebagai Kebijakan Pidana dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Aceh. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 4(7), 468–489.
  26. NURAINI, N. (2019). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produk Menggunakan Metode Full Costing Dalam Penentuan Harga Jual Udang di Tambak Tambora Sekokok. Universitas Teknologi Sumbawa.
  27. Oktopura, A. A. D., Fauzi, A., Sugama, K., & Mulyati, H. (2020). Pembangunan Perikanan Budi Daya Nasional: Kinerja Dan Perspektif Peningkatan Efisiensi Dan Produktivitas Berbasis Ekosistem. Buletin Ilmiah
  28. Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(1), 11–24.
  29. Pantjara, B., Nessa, M. N., Monoarfa, W., & Djawad, I. (2016). Upaya Peningkatan Produktivitas Tambak di Tanah Sulfat Masam dengan Mengurangi Unsur Toksik dari Pematang. Jurnal Riset Akuakultur, 2(2), 257–269.
  30. Pantjara, B., Utojo, U., Aliman, A., & Mangampa, M. (2016). Kesesuaian Lahan Budidaya Tambak di Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Jurnal Riset Akuakultur, 3(1), 123–135.
  31. Pratiwi, I. (2017). Prospek Dan Upaya Pengembangan Berbasis Ekowisata Di Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Universitas Brawijaya.
  32. Pritasari, L. A., & Kusumasari, B. (2019). Intervensi Aktor dalam Mempengaruhi Formulasi Kebijakan Lingkungan: Studi Kasus Kebijakan Relokasi Tambak Udang di Yogyakarta. Jurnal Borneo Administrator, 15(2), 179–198.
  33. Purnomo, R. A. (2016). Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia. Ziyad Visi Media.
  34. Radiarta, I. N., Erlania, E., & Haryadi, J. (2015). Analisis Pengembangan Perikanan Budidaya Berbasis Ekonomi Biru Dengan Pendekatan Analytic Hierarchy Process (Ahp). Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(1), 47–59.
  35. Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: konsep dan prosedurnya.
  36. Rahayu, R. E., & Kartika, L. (2015). Analisis kelembagaan dan srategi peningkatan daya saing komoditas kentang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(2), 150–157.
  37. Rahman, N. (2018). Identifikasi Potensi Dan Kendala Serta Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Pendukung Guna Mendukung Pengembangan Lahan Tambak Pada Kawasan Hinterland Minapolitan Di Kabupaten Serang. Fakultas Teknik Unpas.
  38. Rasyid, M. (2015). Potensi Ekonomi Ikan dan Produk Perikanan Indonesia dalam Lingkup Masyarakat Ekonomi ASEAN.
  39. Riana, I. G., Wiagustini, N. L. P., & Meydianawathi, L. G. (2014). Master Plan UMKM berbasis perikanan untuk meningkatkan pengolahan produk ikan yang memiliki nilai tambah tinggi. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan.
  40. Rimantho, D., & Rosdiana, H. (2017). Penentuan Faktor Kunci Peningkatan Kualitas Air Limbah Industri Makanan Menggunakan Interpretive Structural Modelling (ISM). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 90–95.
  41. Rizki, B. M. (2015). Self Disclosure: Definisi, Operasionalisasi, dan Skema Proses. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 7(1), 35–41.
  42. Rusydiana, A. (2018). Aplikasi Interpretive structural modeling untuk strategi pengembangan wakaf tunai di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (JEBIS), 4(1), 1–17.
  43. Rusydiana, A. S. (2018). Bagaimana Mengembangkan Industri Fintech Syariah di Indonesia? Pendekatan Interpretive Structural Model (ISM). Al-Muzara’ah, 6(2), 117–128.
  44. Rusydiana, A. S., & Nugraha, T. (2019). Pengembangan lembaga pengelola dana bergulir syariah dalam mendukung usaha mikro kecil dan menengah di indonesia. Jurnal syarikah: jurnal ekonomi islam, 4(2), 130–144.
  45. Sa’adah, W. (2019). Analisa Kelayakan Usaha Budidaya Udang Vannamei Di Desa Dukuh Tunggal, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 4(1), 33–37.
  46. Sambu, A. H., Pi, S., Sribianti, I., Chadijah, A., & Pi, S. (2018). Model pengelolaan mangrove berbasis ekologi dan ekonomi. Penerbit INTI MEDIATAMA.
  47. Singh, M. D., & Kant, R. (2008). Knowledge management barriers: An interpretive structural modeling approach. International Journal of Management Science and Engineering Management, 3(2), 141–150.
  48. Sitorus, H. (2018). Membangun Maritim dan Perikanan.
  49. Strauss, A., & Corbin, J. (2003). Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  50. Sukarniati, L., & Khoirudin, R. (2017). Analisis Kelembagaan Penerapan Konsep Blue Economy pada Tambak Udang (Studi Kasus di Dusun Ngentak Desa Poncosari Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul). Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo, 3(2).
  51. Susetyo, A. D., & Santoso, E. B. (2016). Kesesuaian Lahan Perikanan Tambak berdasarkan Faktor-Faktor Daya Dukung Fisik di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS, 5(1).
  52. Suwoyo, H. S. (2009). Tingkat konsumsi oksigen sedimen pada dasar tambak intensif udang vanameTingkat konsumsi oksigen sedimen pada dasar tambak intensif udang vaname (Litopenaeus vannamei) (Litopenaeus vannamei). Tesis). Sekolah pascasarjana. Institut pertanian bogor.
  53. Syah, R., Fahrur, M., Suwoyo, H. S., & Makmur, M. (2017). Performansi Instalasi Pengolah Air Limbah Tambak Superintensif. Media Akuakultur, 12(2), 95–103.
  54. Syaugy, A., Siregar, V. P., & Arhatin, R. E. (2012). Evaluasi Kesesuaian Lahan Tambak Udang Di Kecamatan Cijulang Dan Parigi, Ciamis, Jawa Barat. Jurnal teknologi perikanan dan kelautan, 3(2), 43–56.
  55. Timur, A., & Figures, I. N. (2021). Aceh Timur Dalam Angka.
  56. Turisno, B. E., Suharto, R., & Priyono, E. A. (2018). Peran serta masyarakat dan kewenangan pemerintah dalam konservasi mangrove sebagai upaya mencegah rob dan banjir serta sebagai tempat wisata. Masalah-Masalah Hukum, 47(4), 479–497.
  57. Utami, R., Supriana, T., & Ginting, R. (2014). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tambak udang sistem ekstensif dan sistem intensif (studi kasus: Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat). Journal of Agriculture and Agribusiness Socioeconomics, 3(2), 15204.
  58. Utojo, A. M., & Suhaimi, R. A. (2013). Penentuan Kesesuaian Lahan Budidaya Tambak Berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Artikel Ilmiah dalam Seminar Nasional Tahunan X Hasil Penelitian Kelautan dan Perikanan.
  59. Wahyudi, A. F., Haryadi, J., & Rosdiana, A. (2019). Analisis Daya Saing Udang Indonesia di Pasar Ekspor. Forum Agribisnis (Agribusiness Forum), 9(1), 1–16.
  60. Wawoh, L. A., Durand, S. S., & Tambani, G. O. (2019). Analisis Finansial Usaha Budidaya Udang Vaname di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Aertembaga Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Akulturasi: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan, 7(1), 1135–1142.
  61. Wijaya, H. (2019). Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori & Praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
  62. Wulanningrum, S. D., & Jayanti, T. B. (2016). Perencanaan Konsep Minapolitan Di Kawasan Tambak Lorok, Semarang Utara. Jurnal Pengembangan Kota, 4(1), 21–28.
  63. Yugo, R. A. (2020). Analisis Kesesuaian Perairan Dan Beban Limbah Tambak Udang Vaname (Litopeneus vannamei, BOONE 1931) Di Bumi Dipasena Sejahtera Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang.
  64. Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif Dalam Perspektif Bimbingan Dan Konseling. QUANTA, 2(2), 83–91.
  65. Yusuf, A. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. Prenada Media.
  66. Zainuddin, M. (2017). Peran dan Fungsi Kelembagaan Mukim dalam Penyelesaian Perselisihan: Analisis Praktek Hukum Adat di Aceh. Media Syari’ah, 19(2), 319–356.