Main Article Content
Abstract
This study aims to obtain information about the growth of second-generation milkfish fries (G2), HSS fries and wild fries that were farmed in hapa net. The study was conducted using hapa net with a volume of 1 m3 in a pond. The larvae used in this study were from G2 Small schale hatchery (HSS) and and wild fry with a total length (TL) about 1.5-2.0 cm. The larvae were stocked with a density of 250 individuals / m3. The study was conducted for three months until the larvae reached fingerling size with total length (TL) around 10.0-12.0 cm. The treatments were (A) G2 of larvae, (B) HSS of larvae and (C) wild of larvae. The research was carried out using Randomize Completely Design (RCD), and each treatment was repeated three times. The observed of growth for leng and weight every two weeks. The feed provided was commercial feed in the form of pellets with a protein content of 28-30%, delivered two time in the morning and evening with a dose of 5-8% biomass/days. The results showed that the fish of G2 milkfish test analysis were different significant (P<0.05), produced better survival rate (SR) and growth (GR) in the amount of 20-25% when compared to seeds from HSS (B) and did not different significant (P>0.05) from wild seeds (C). The best of survival rate and growth produced was treatment at from of G2 fry were 90.20 ± 2.60%, total length of 12.80 ± 2.40 cm and weight of 35.20 ± 2.70 g. Performance of seed produced from each treatment consists of 4 sizes, they are large (size A), medium (size B), small (size C) and very small (size D) with an average percentage of A) 25.10%, 67.10 %, 5.20% and 2.60%, B) 17.50%, 69.30% and 9.10%, 4.10% and C) 21.50%, 71.40%, 8.10% and 3.80%.
Keywords
Article Details
Copyright (c) 2020 Aquacultura Indonesiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
References
- Ahmad, T., Erna R., dan M. Jamil R.Y. 1998. Buku Budidaya Bandeng Secara Intensif. Jakarta. PT Penebar Swadaya. 94 hlm .
- Anonim. 2010. Protokol Pemuliaan Induk ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Standart Operasional Prosedur (SOP). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 15 hlm.
- Anonim. 2015. Naskah Akademik. Rilis domestikasi ikan bandeng. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya laut. Puslitbangkan. Balitbang KP. 82 hlm.
- Anonim. 2016. Teknologi Produksi Induk Unggul Bandeng Melalui Seleksi Individu. Rekomendasi Teknologi Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal 133-142.
- Anonim. 2018. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 52/Kepmen-Kp /2018. Pelepasan Induk Bandeng Gondol sebaghi jenis ikan baru yang akan dibudidayakan, dengan deskripsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan gambar sebagaimana tercantum dalam lampiran II, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 6hlm.
- Arsyat H. dan S. Samsi. 1990. Budidaya ikan bandeng, Chanos chanos. INFIS manual Seri No. 11. Direktorat Jenderal Perikanan. 56 hal. Dalam Asmin Ismail, Manadiyanto dan Sindu Hermawan. 2005. Kajian usaha Bandeng umpan dan bandeng konsumsi pada tambak di Kamal. Jakarta Utara Prosiding Seminar Teknologi Perikanan Pantai. Bali. 6-7 Agustus 1998.
- Boyd, C.E. 1990. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Birmingham Publishing Co. Alabama : Auburn University.P : 482.P: 482.
- Burhanuddin, S., dan T. Syarifuddin. 1993. Budidaya Ikan Bandeng, Chanos chanos, pada Padat Penebaran yang Berbeda Dalam Keramba Jaring Apung di Muara Sungai Lakawali, Kabupaten Luwa, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai, 9(3): 13-19.
- Effendi, M.I.,1979. Metodologi Biologi Perikanan.
- Cetakan pertama. Yayasan Dewi Sri, Bogor: 112 p.
- Effendi, H. 2003. Study of water quality for resource management and aquatic environments. Publisher Kanisius, Jogyakarta. 258 p.
- FAO. 2012. The state of World fisheries And aquaculture 2012. Food And Agriculture Organization Of The United Nations Rome, 2012. FAO Fisheries and Aquaculture Department. 230 pages
- Ismail, A., Manadiyanto dan Sindu H. 2005. Kajian usaha bandeng umpan dan bandeng konsumsi pada tambak di Kamal. Jakarta Utara Prosiding Seminar Teknologi Perikanan Pantai. Bali. 6-7 Agustus 1998. Hal: 192-193.
- Kanazawa. A.1985. Nutrition of Penaeid Prawn and Shrimp, p. 121-130. In Y. Taki, J. H. Primavera and J. A. Uobrera (Eds). Proceedings of The First International Conference on The Culture of Penaeid Prawn/Shrimp Aquaculture. Dept., SEAFDEC, Illoilo, Philippines.
- Kompyang, I.P., dan Ilyas. 1988. Nutrisi Ikan/Udang Relevansi untuk larva/Induk. Prosiding Seminar Nasional Pembenihan Ikan dan Udang. Prosiding Puslitbangkan No. 13/1988.Kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Universitas Padjajaran. Hal 248-290.
- Priyono, A., Taufik A. dan Toni S. 1993. Pengaruh penambahan nutrisi pakan terhadap perkembangan gonad induk bandeng , Chanos chanos Forsskal. J. Penelitian Budidaya Pantai 9 (1): 51-58.
- Priyono, A., Titiek A., Tony S., dan I Nyoman A. G. 2011. Petunjuk Teknis Perbenihan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN: 978-979-17440-6-5. 45 hlm .
- Rachmansyah dan Burhanudin, 1993. Prospek Pengembangan Budidaya Bandeng dalam Karamba Jaring Apung di Muara Sungai. Simposium Perikanan Indonesia I, Jakarta 25-27 Agustus 1993.
- Rachmansyah, Syarifuddin T. dan Usman, 1997. Produksi Ikan Bandeng Super dalam Karamba Jaring Apung di Laut. Seminar Hasil-hasil Penelitian Berbasis Perikanan, Peternakan dan Sistem Usaha Tani di Kawasan Timur Indonesia, Kupang, 28-31 Juli 1997.
- Setiadharma, T. 1993. Pengaruh padat penebaran
- terhadap kelangsungan hidup benih bandeng, Chanos chanos Forskal dalam hapa. J. Penelitian Budidaya Pantai 9 (1) Hal 99-104.
- Setiadharma, T. dan Agus P., 1994. Pengangkutan gelondongan ikan bandeng, Chanos chanos pada kepadatan yang berbeda dengan sistem tertutup. J.Penelitian Budidaya Pantai 10 (1) Hal 95-100.
- Setiadharma,T., Agus P., Titiek A., Irwan S.,Gigih S.W. 2012. Teknik Pendederan ikan Bandeng, Chanos chanos Forsskal). Makalah. Disampaikan dalam Acara Diseminasi dii Kabupaten Gresik Jawa Timur pada tanggal 17 April 2012. 15 hlm .
- Setiadharma, T., Iswari R. A., Septyan A, dan Endhay K. 2014. Pengembangan Budidaya Bandeng Melalui Penerapan Iptek dengan Benih Unggul Hasil Seleksi Di Kabupaten Kendal, Jawa tengah. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2014. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Balitbang KP. KKP. ISBN 979-3692-64-7. Hal 73-81.
- Sudradjat A. 2011. Panen Bandeng 50 Hari. Buku. Penebar Swadaya. Jakarta. 14hlm.
- Sudradjat, A., Wedjatmiko, dan Tony S. 2011. Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN: 978-979-786-038-7. 45 hlm .
- Wibhawa, I.D.G.D. 1992. Pengaruh berbagai tingkat salinitas dan kepadatan telur yang berbeda terhadap daya tetas serta kelangsungan hidup prolarva bandeng (Chanos chanos Forskal). [Skripsi]. Jurusan Perikanan, Fakul-tas Pertanian, Universitas Warmadewa. Denpasar. 95 hlm.
References
Ahmad, T., Erna R., dan M. Jamil R.Y. 1998. Buku Budidaya Bandeng Secara Intensif. Jakarta. PT Penebar Swadaya. 94 hlm .
Anonim. 2010. Protokol Pemuliaan Induk ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Standart Operasional Prosedur (SOP). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 15 hlm.
Anonim. 2015. Naskah Akademik. Rilis domestikasi ikan bandeng. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya laut. Puslitbangkan. Balitbang KP. 82 hlm.
Anonim. 2016. Teknologi Produksi Induk Unggul Bandeng Melalui Seleksi Individu. Rekomendasi Teknologi Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal 133-142.
Anonim. 2018. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 52/Kepmen-Kp /2018. Pelepasan Induk Bandeng Gondol sebaghi jenis ikan baru yang akan dibudidayakan, dengan deskripsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan gambar sebagaimana tercantum dalam lampiran II, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 6hlm.
Arsyat H. dan S. Samsi. 1990. Budidaya ikan bandeng, Chanos chanos. INFIS manual Seri No. 11. Direktorat Jenderal Perikanan. 56 hal. Dalam Asmin Ismail, Manadiyanto dan Sindu Hermawan. 2005. Kajian usaha Bandeng umpan dan bandeng konsumsi pada tambak di Kamal. Jakarta Utara Prosiding Seminar Teknologi Perikanan Pantai. Bali. 6-7 Agustus 1998.
Boyd, C.E. 1990. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Birmingham Publishing Co. Alabama : Auburn University.P : 482.P: 482.
Burhanuddin, S., dan T. Syarifuddin. 1993. Budidaya Ikan Bandeng, Chanos chanos, pada Padat Penebaran yang Berbeda Dalam Keramba Jaring Apung di Muara Sungai Lakawali, Kabupaten Luwa, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai, 9(3): 13-19.
Effendi, M.I.,1979. Metodologi Biologi Perikanan.
Cetakan pertama. Yayasan Dewi Sri, Bogor: 112 p.
Effendi, H. 2003. Study of water quality for resource management and aquatic environments. Publisher Kanisius, Jogyakarta. 258 p.
FAO. 2012. The state of World fisheries And aquaculture 2012. Food And Agriculture Organization Of The United Nations Rome, 2012. FAO Fisheries and Aquaculture Department. 230 pages
Ismail, A., Manadiyanto dan Sindu H. 2005. Kajian usaha bandeng umpan dan bandeng konsumsi pada tambak di Kamal. Jakarta Utara Prosiding Seminar Teknologi Perikanan Pantai. Bali. 6-7 Agustus 1998. Hal: 192-193.
Kanazawa. A.1985. Nutrition of Penaeid Prawn and Shrimp, p. 121-130. In Y. Taki, J. H. Primavera and J. A. Uobrera (Eds). Proceedings of The First International Conference on The Culture of Penaeid Prawn/Shrimp Aquaculture. Dept., SEAFDEC, Illoilo, Philippines.
Kompyang, I.P., dan Ilyas. 1988. Nutrisi Ikan/Udang Relevansi untuk larva/Induk. Prosiding Seminar Nasional Pembenihan Ikan dan Udang. Prosiding Puslitbangkan No. 13/1988.Kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Universitas Padjajaran. Hal 248-290.
Priyono, A., Taufik A. dan Toni S. 1993. Pengaruh penambahan nutrisi pakan terhadap perkembangan gonad induk bandeng , Chanos chanos Forsskal. J. Penelitian Budidaya Pantai 9 (1): 51-58.
Priyono, A., Titiek A., Tony S., dan I Nyoman A. G. 2011. Petunjuk Teknis Perbenihan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN: 978-979-17440-6-5. 45 hlm .
Rachmansyah dan Burhanudin, 1993. Prospek Pengembangan Budidaya Bandeng dalam Karamba Jaring Apung di Muara Sungai. Simposium Perikanan Indonesia I, Jakarta 25-27 Agustus 1993.
Rachmansyah, Syarifuddin T. dan Usman, 1997. Produksi Ikan Bandeng Super dalam Karamba Jaring Apung di Laut. Seminar Hasil-hasil Penelitian Berbasis Perikanan, Peternakan dan Sistem Usaha Tani di Kawasan Timur Indonesia, Kupang, 28-31 Juli 1997.
Setiadharma, T. 1993. Pengaruh padat penebaran
terhadap kelangsungan hidup benih bandeng, Chanos chanos Forskal dalam hapa. J. Penelitian Budidaya Pantai 9 (1) Hal 99-104.
Setiadharma, T. dan Agus P., 1994. Pengangkutan gelondongan ikan bandeng, Chanos chanos pada kepadatan yang berbeda dengan sistem tertutup. J.Penelitian Budidaya Pantai 10 (1) Hal 95-100.
Setiadharma,T., Agus P., Titiek A., Irwan S.,Gigih S.W. 2012. Teknik Pendederan ikan Bandeng, Chanos chanos Forsskal). Makalah. Disampaikan dalam Acara Diseminasi dii Kabupaten Gresik Jawa Timur pada tanggal 17 April 2012. 15 hlm .
Setiadharma, T., Iswari R. A., Septyan A, dan Endhay K. 2014. Pengembangan Budidaya Bandeng Melalui Penerapan Iptek dengan Benih Unggul Hasil Seleksi Di Kabupaten Kendal, Jawa tengah. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2014. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Balitbang KP. KKP. ISBN 979-3692-64-7. Hal 73-81.
Sudradjat A. 2011. Panen Bandeng 50 Hari. Buku. Penebar Swadaya. Jakarta. 14hlm.
Sudradjat, A., Wedjatmiko, dan Tony S. 2011. Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN: 978-979-786-038-7. 45 hlm .
Wibhawa, I.D.G.D. 1992. Pengaruh berbagai tingkat salinitas dan kepadatan telur yang berbeda terhadap daya tetas serta kelangsungan hidup prolarva bandeng (Chanos chanos Forskal). [Skripsi]. Jurusan Perikanan, Fakul-tas Pertanian, Universitas Warmadewa. Denpasar. 95 hlm.
